70-347 C4090-452 VCP-550 070-177 070-412 70-417 70-463 70-488 C_HANATEC131 C2090-303 C2090-614 70-410 MB5-705 070-247 070-347 070-463 300-206 70-243 74-325 C2020-622 C2030-283 C2090-540 C2180-278 HP0-J73 ICBB 070-246 070-341 070-417 070-457 070-458 1Z0-481 1Z0-599 300-207 70-246 70-414 A00-240 C_TAW12_731 C4030-670 C4040-224 C4090-450 C4120-783 EX200 MB2-700 MB3-700 MB6-869 OG0-093 VCP-510 VCP550 070-178 400-101 70-410 050-SEPROAUTH-02 200-120 MB2-703 070-462 70-462 70-461 070-410 JN0-102 70-411 C_TADM51_731 C4090-958 70-483 EX300 070-461 MB2-702 MB7-702 220-802 400-101 646-206 700-501 70-480 C4040-108 MB2-701 070-411 100-101 640-554 700-505 70-457 70-460 C2150-197 EX0-001 070-243 70-466 C_THR12_66 C4040-225 1Z0-061 70-347 C4090-452 VCP-550 070-177 070-412 70-417 70-463 70-488 C_HANATEC131 C2090-303 C2090-614 FCNSP.v5 MB5-705 070-247 070-347 070-463 300-206 70-243 74-325 C2020-622 C2030-283 C2090-540 C2180-278 HP0-J73 ICBB 070-246 070-341 070-417 070-457 070-458 1Z0-481 1Z0-599 300-207 70-246 70-414 A00-240 C_TAW12_731 C4030-670 C4040-224 C4090-450 C4120-783 EX200 MB2-700 MB3-700 MB6-869 OG0-093 VCP-510 VCP550 070-178 070-331 070-467 070-667 070-684 070-687 1Z0-051 1Z0-060 1Z0-478 1Z0-485 1Z0-897 200-120 220-801 500-201 70-346 70-412 70-458 70-486 820-421 820-422 C2170-008 C2180-275 C2180-276 C4040-123 JN0-343 400-101 70-462 70-461 070-410 220-802 400-101 646-206 700-501 70-480 C4040-108

Siaran Pers Tentang Kominfo Dukung Mega Bazaar menuju Masyarakat Digital Indonesia

kominfo

Jakarta, 3 Februari 2016 –  Di tengah lesunya pasar komputer di Indonesia, Dyandra Promosindo, penyelenggara pameran terdepan di Indonesia, bersinergi dengan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tetap berpegang dengan komitmen memajukan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dengan menghelat pameran Mega Bazaar 2016. Pameran yang telah memasuki usianya yang ke-22 ini rencananya akan digelar pada 2 – 6 Maret 2016 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).

Dari data Apkomindo, penjualan komputer di Indonesia mengalami penurunan 34% sejak dua tahun terakhir, sedangkan penjualan ponsel cerdas justru meningkat pesat sebesar 59%. Penyelenggaraan Mega Bazaar tahun ini diharapkan menjadi satu momen strategis untuk meningkatkan optimisme para pelaku usaha TIK, dari tingkat vendor, distributor, master dealer, hingga reseller, serta para konsumen. Apkomindo sendiri memprediksi penjualan komputer akan naik sekitar 10–15% pada kuartal pertama 2016.

Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo pada press conference Mega Bazaar (03/02) di Jakarta, menyatakan bahwa persaingan bisnis dengan pemanfaatan teknologi akan semakin ketat. “Semakin maraknya perusahaan start-up yang menjual layanan berbasis digital hingga bisnis online perorangan akan semakin kompetitif dan tentunya bisa mendorong perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi secara umum di tanah air, oleh karenanya di pameran kali ini selain memberikan update tentang teknologi baru dari berbagai vendor, juga akan mengangkat industri TIK dalam negeri, terutama start-up ” jelas pria yang akrab disapa Hoky itu.

Hoky menambahkan, tahun 2016 dianggap sebagai tahun berkembangnya teknologi digital di Indonesia. Semakin meratanya layanan internet cepat 4G LTE, tentu akan semakin membantu berbagai aktivitas masyarakat menjadi lebih digital. Baik untuk bisnis maupun sosial, hingga pemanfaatan dalam peningkatan pelayanan publik dan pemerintah. Saat ini, peran kepemimpinan digital (digital leadership) juga semakin memperkuat perubahan dinamika masyarakat digital. Para pemimpin publik maupun perusahaan, semakin sadar akan pentingnya penggunaan teknologi dalam memperkuat layanan untuk masyarakat.

Pemerintah Mendorong Pembangunan Bidang TIK

Perkembangan teknologi digital memang semakin memberikan pengaruh positif bagi pemerintahan untuk terus meningkatkan diri, mulai perubahan pola pikir dan budaya kerja, partisipasi aktif publik, penyediaan infrastruktur TIK, dan sumber daya manusia yang kompeten.

Direktur Pemberdayaan Informatika Septiana Tangkary mengatakan, “kebijakan dan program untuk mengurangi kesenjangan digital serta koordinasi lintas sektor merupakan peran Kementerian Kominfo dalam pembangunan di bidang TIK. Pola kerjasama dalam berbagai program kegiatan dengan Akademisi, Bisnis, Kommunitas, dan Government (A,B,C, + G), termasuk asosiasi sangat diperlukan”.  Lebih lanjut dikatakan, bahwa pembangunan di bidang TIK diharapkan mampu membawa perubahan paradigma pembelajaran yang pada gilirannya berguna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, percepatan upaya implementasi program pemanfaatan TIK bagi keperluan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kerjasama lintas sektor, lintas wilayah dan lintas institusi secara terpadu, utuh dan sinergis menjadi kebutuhan yang tidak terelakan saat ini.

Pada tataran teknis operasional, pemberdayaan masyarakat terkendala karena kurangnya SDM di masyarakat yang mampu memberikan dorongan, motivasi dan bimbingan (pendampingan) kepada masyarakat dalam pemanfaatan TIK. Menyadari kekurangan tersebut, Kementerian Kominfo telah menginisiasi pembentukan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Relawan TIK Indonesia). Keberadaan Relawan TIK Indonesia dinilai cukup memadai sebagai solusi  strategis guna mengedukasi  masyarakat untuk memanfaatkan computer, smartphone, dan lainya untuk kegiatan yang postitif atau digunakan secara cerdas, kreatif dan produktif, sehingga meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memperkenalkan program prioritas “White List,” yang diharapkan pada Tahun 2016 bisa langsung dirasakan manfaatnya secara massif oleh masyarakat, khsusnya anak-anak SD,SMP,SMA  dan Pesantren.

Smart Things Berkembang

Di tengah pertumbuhan pasar PC yang lesu seperti  ini, para pelaku industri terus melakukan inovasi untuk menciptakan barang-barang yang dibekali teknologi cerdas (smart things) yang dapat digunakan sehari-hari. Saat ini, berkembang inovasi yang menghadirkan perabot rumah tangga yang terkoneksi dengan Internet. Mesin cuci, smart tv, lampu yang bisa menyesuaikan suhu dan kelembaban, bahkan kulkas yang bisa melacak bahan dapur yang dibutuhkan dan produk mana yang akan kadaluarsa. “Jadi, bukan mimpi lagi jika dalam beberapa waktu ke depan kita bisa mengendalikan barang-barang di rumah kita hanya dengan menggunakan handphone,” ujar Hendra Noor Saleh, Direktur Dyandra Promosindo.

Trend tersebut di atas yang sekarang dikenal dengan Internet of Things telah menjadi trend terdekat yang perlu kita antisipasi dimana begitu banyak perangkat teknologi baru yang akan masuk ke pasar dengan paradigma baru. Internet of Things akan berdampak pada perubahan peta permainan yang signifikan dan mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan bisnis seperti bidang pembangunan, energi, bidang rumah tangga, bidang kesehatan, bidang industri, bidang transportasi, bidang perdagangan, bidang keamanan dan  bidang teknologi serta jaringan. Trend ini juga akan sangat berkait erat dengan trend lainnya yaitu Big Data dimana seluruh perangkat IOT tentunya akan memberikan kontribusi “peledakan” upload dan download data yang sangat besar yang perlu ditangani secara khusus dan dengan tingkat availability, reliability dan khususnya scalability serta kemampuan analisis yang tinggi.

Pada gelaran Mega Bazaar tahun ini sendiri, panitia akan mengusung tema “Technology and Entertainment” yang menginterpretasikan tren terbaru yang dikemas khusus untuk masyarakat.

Hendra berpendapat, seiring berjalannya waktu, Mega Bazaar memiliki daya tarik berbeda, sehingga tidak hanya industri komputer saja yang tampil pada event besar ini. Namun pameran ini bertransformasi menjadi ajang retail multiproduk gadget terbesar di awal tahun dengan jumlah pengunjung dan transaksi yang terus meningkat. “Kami berharap, Mega Bazaar nantinya juga bisa menampilkan berbagai perabot pintar yang tentu akan sangat menarik bagi pengunjung,” ungkapnya.

Ichwan Sofwan, General Manager Dyandra Promosindo menjelaskan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara telah menyiapkan berbagai program menarik seperti DJ Competition, Technology Hunt, Uang Kaget, Game Online Competition, dan berbagai entertainment lainnya yang akan memeriahkan Mega Bazaar 2016. Selain itu, sebagai bentuk dukungan bagi pengembang game lokal, panitia Mega Bazaar 2016 juga akan merilis aplikasi game yang bernama “TekMon” di platform Android & iOS untuk membangkitkan minat masyarakat Indonesia terhadap perkembangan TIK.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mega Bazaar akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran fotografi terbesar atau biasa dikenal dengan FOCUS.  Selain di Jakarta, Mega Bazaar 2016 akan diselenggarakan di kota Yogyakarta pada tanggal 5- 9 Maret 2016 di Jogja Expo Center.

Persiapan pembangunan KEK Bitung

kek
Bitung 29 Januari 2016. Kawasan Ekonomi Khusus Kota Bitung segera akan dibangun dan untuk itu diperlukan kerjasama dari masyarakat dalam pelaksanaan dilapangan. Berhubungan dengan hal tersebut, telah dilaksanakan rapat di Kantor Walikota Bitung yang di buka oleh Sekretaris Daerah, Drs. Edison Humiang, M.Si. Dalam rapat yang dipimpin oleh Kasi. Ops. Korem 131 Provinsi Sulut Kol. Inf. Isa Ansori ini hasilkan satu keputusan untuk melakukan pengosongan lokasi KEK pada hari jumat tanggal 5 Februari 2016 jam 06.00 WITA – selesai dan masyarakat penghuni lokasi KEK akan ditampung di Rusunawa Sagerat /Pasar Sagerat.
Rapat ini didampingi oleh Pemerintah Provinsi Sulut yang diwakili oleh Kadis. Perindag. Ibu Jenni Karouw. Dan dihadiri oleh kepala SKPD Kota, Muspida Kota Bitung dan perwakilan Lantamal Kota Bitung serta undangan.

Menkominfo: Saatnya Universitas Bertrasformasi sebagai Knowledge Hub

Bandung, Kominfo – Universitas di dunia mengalami perubahan secara fundamental dan bertransformasi menuju generasi ketiga, dimana  peran universitas harus mendukung pembangunan sosial dan ekonomi lokal dan regional. “Saat ini tujuan dari universitas adalah sebagai knowledge hub.Universitas diharapkan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan riset serta mempersiapkan mahasiswa setelah lulus untuk bersaing,” terang Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara pada konferensi pers  yang dilakukan setelah prosesi Wisuda  Gelombang II Universitas Padjajaran Tahun Akademik 2015/2016 di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung. (Selasa, 2/2/2016)

Rudiantara yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Unpad Periode 2015-2020 menjelaskan bahwa Pemerintah saat ini mencanangkan Perguruan Tinggi harus berbasis riset. Oleh karena itu perubahan status Unpad sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) diharapkan mampu menjadi universitas riset dan berdaya saing regional serta memberi kontibusi yang lebih untuk masyarakat. “Kebijakan pembebasan biaya pendidikan di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi menjadi salah satu komitmen Unpad dalam melakukan reposisi di dunia pendidikan,” jelas Rudiantara.

Lebih lanjut Rektor Universitas Padjajaran, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.,mengatakan bahwa universitas harus mulai memerankan perannya sebagai knowledge hub. “Saat ini kita bukan lagi berbicara ke dalam tapi,apa yang bisa diberikan Unpad ke masyarakat harus bisa berdampak positif. Fokus Unpad saat ini adalah pengembangan wilayah di Jawa Barat, salah satunya melalui program Unpad Nyaah ka Jabar yaitu dengan memberikan afirmasi kepada lulusan SMA di Jabar untuk mengikuti pendidikan di Unpad. Selain itu Unpad sedang mempersiapkan program Profesor Masuk Desa, dimana para Profesor Unpad akan diberikan dana riset untuk melakukan penellitian yang tujuannya memberikan nilai tambah pada daerah tersebut. Kita akan bangun Indonesia dari pinggiran sehingga kemandirian daerah bisa tercapai,” kata Tri Hanggono. (VE)

Kominfo Bitung Gelar Pembinaan Subdomain www.bitungkota.go.id

Bitung, Diskominfo – Pemerintah Kota Bitung lewat Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan pembinaan subdomain situs web pemerintah www.bitungkota.go.id bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota Bitung, di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung,  Selasa (4/8).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bitung Drs. Edison Humiang, MSi yang dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Dinas Kominfo yang boleh menyelenggarakan acara ini.
“Diharapkan lewat pembinaan ini subdomain menjadi wadah penyediaan data yang valid dan akurat untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam rangka keterbukaan informasi publik.” ujar Humiang.
“Kehilangan informasi berati kehilangan peluang untuk maju, kekurangan informasi akan mengakibatkan kesalahan dalam perencanaan berbagai bidang, karena itu elemen utama yg dilibatkan adalah kita semua sebagai Aparatur Sipil Negara di pemerintah kota Bitung, sebagai agen pembaruan sebagai sosok pemeran utama dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.”ungkap Humiang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Drs. Sikamang, MAP sebagai penyelenggara berharap lewat pembinaan ini ada kesamaan persepsi untuk penyampaian informasi sehingga informasi yang keluar dari pemerintah Kota Bitung menjadi terpadu. “Jika selama ini mungkin masih ada ego sektoral dalam menyampaikan informasi maka lewat pembinaan ini semua menjadi satu.” ujar Sikamang.
“Demi kesinambungan pengelolaan layanan elektronik berbasis website di semua instansi di Lingkungan Pemerintah Kota Bitung, maka Dinas Kominfo melaksanakan pembinaan tekkis secara berkala dan Jika seluruh SKPD dan semua instansi terkait telah memiliki dan mengelolah websitenya dengan baik dan benar maka diharapkan akan terjadinya pemanfaatan Teknologi Informasi yang efektif dan efisien terhadap pelayanan kepada masyarakat di Kota Bitung” tutup Sikamang.
Sementara itu hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Kota Bitung, Albert Sarese, Kabag Humas Erwin Kontu dan para utusan SKPD se-Kota Bitung bersama dengan operator masing-masing. (Kominfo).

Menkominfo : Undang-undang Agar Bisa Memberikan Asas Manfaat

Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika RI  Rudiantara hadir dalam acara seminar dan peluncuran buku “Kedaulatan Telekomunikasi dan Penyiaran” yang diterbitkan oleh pemantau Regulasi Regulator Media (PR2Media) di Hall Dewan Pers, Rabu (29/7/2015)

Dalam kesempatan sebagai narasumber pada  Seminar dan Peluncuran Buku tersebut Menkominfo menyatakan sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh PR2Media bahwa Kementerian Kominfo membutuhkan banyak masukkan, jika hanya mengandalkan pemerintah akan memakan waktu yang cukup lama, apalagi turut memberdaykan memberdayakan LSM, NGO,dan Civil Society organisation lainnya.

“Berbicara mengenai kedaulatan, jika diamanatkan oleh undang-undang, haruslah  merupakan azas manfaat. UU Telekomunikasi Tahun 1999, dan UU Penyiaran Tahun 2002, yang tapi hasinya apa, yang hanya masih dinikmati oleh stakeholders. Telekomunikasi, regulator maupun regulasinya harus diperbaiki,  yang menghasilkan rata rata setiap tahun khususnya di tahun 2014 sekitar 130 triliun pendapatan. Konsepnya bahwa  Kementerian Kominfo, yaitu bagaimana mengefisienkan industri. Jika industri efisien dengan margin yang sama bagi investor, maka benefit dapat diberikan kepada masyarakat (konsumen),” ujar Bpk. Rudiantara.

Selanjutnya, Pak Rudiantara mengatakan bahwa fokus untuk mengefisiensi industri seluler, dikarenakan pemain-pemain dari industri seluler tidak seperti pemain-pemain dari industri penyiaran yang  sangat terfragmentasi, secara izin. Telekomunikasi seluler masih terfragmentasi, dan masih ada sekitar 8 atau 9 izin, dan harus terkonsolidasi, yang akan menjadi peningkatan skala ekonomi.

“Dalam hal ini supplier, bargaining powernya dapat ditekan, industri bisa meningkatkan bargaining power nya sehingga cost of servcie, kalau ke depan kita bicara data, sekarang kita bicara suara dan sms. Cost of service/kilobyte-nya menurun, itu tujuan dari regulator, adalah bagaimana menurunkan cost of service/ kilobyte data di seluler, sekarang sudah masuk era data,” kata Menkominfo.

Mengenai permasalahan telekomunikasi, Menkominfo mengatakan bahwa UU Telekomunikasi, yang merupakan Universal Service Obligation (Kewajiban Pelayanan Umum), hal ini merupakan yang harus dikembalikan kepada masyarakat, dengan definisi USO itu siapa, dan siapa yang berhak untuk mendapatkan USO, dan untuk jangka panjang, Kemenkominfo mempunyai program pada 2018, yaitu semua ibukota, kabupaten dan kotamadya di indonesia, seluruhnya sudah terhubung dengan broadband (fiber optic) sebagai infrastruktur.

“Pemerintah fokus sebagai regulator yang bahwasanya fokus terhadap regulasi. Nantinya akan dicari siapa yang bangun  dan dana yang terkait berasal dari USO dan Kemenkominfo meminta kepada seluruh operator komitmen mengenai masalah pembangunan, ditegaskan jika operator tidak mau, pemerintah yang akan segera membangun, dengan konsep palapa ring, biaya yang di keluarkan sekitar 4 trilliun dibanding dengan pemasukkan nya kepada pemerintah baik melalui pajak  ataupun PNBP yang jauh lebih besar,” jelas  Menkominfo.

Kominfo Bitung Bakal Gelar Pembinaan Subdomain

Kadis Kominfo Bitung H SikamangBitung,  Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung bakal menggelar pembinaan untuk subdomain www.bitungkota.go.id bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota Bitung yang rencananya dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2015 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Drs.Sikamang, MAP ketika melaksanakan koordinasi dengan bidang-bidang yang terkait untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, Kamis (30/7/2015) di Kantor Dinas Kominfo Bitung.

“Pembinaan subdomain ini sangat penting sebagai salah satu bentuk program untuk menunjang e-government pemerintah Kota Bitung seperti diamanatkan dalam Permenkominfo nomor 28 /PER/M.KOMINFO/9/2006 tentang penggunaan nama domain go.id untuk situs web resmi pemerintah pusat dan daerah.” tutur Sikamang.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Data Elektronik dan Persandian Djony Longdong menyatakan kegiatan ini nantinya akan diikuti oleh Kepala-kepala SKPD beserta Operator pengelolah subdomain di dinas masing-masing.

“Untuk memaksimalkan subdomain ini kami akan mengundang kepala SKPD sebagai penanggung jawab dan operator untuk lebih mengetahui peran penting subdomain ini dalam pelaksanaan e-government di Kota Bitung,” ujar Longdong. (Kominfo)

Pelabuhan Bitung siap sambut Pasar Bebas ASEAN 2015

Bitung, Diskominfo  – Tahun 2015 kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Pelabuhan Bitung sebagai salah satu pintu masuk di Indonesia bagian Timur sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan siap menyongsong MEA.

Hal tersebut diungkapkan General Manager PT.Pelindo (Persero) Cabang Bitung Heru Bhakti Fireno dalam Temu Wicara Pemerintah dan masyarakat Kota Bitung tentang Hasil-hasil pembangunan dan pengembangan Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas di Kota Bitung yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung bertempat diruang tunggu Terminal Penumpang Pelabuhan Bitung, Jumat (28/11/2014).

Menurut Fireno, Pelabuhan Bitung merupakan pelabuhan terbesar dan satu-satunya pelabuhan di Sulawesi Utara yang disinggahi kapal-kapal penumpang antar kota besar di Indonesia dan dari manca negara. dan saat ini sedang membangun dan memperluas dermaganya untuk menjadi International Hub Port (IHP).

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bitung Drs.Edison Humiang, Msi yang membuka kegiatan temu wicara ini mengatakan Pemerintah Kota Bitung bersama PT.Pelindo telah mempersiapkan Master plan untuk pelabuhan Bitung menjadi Pelabuhan Penghubung Internasional (IHP).

“Pelabuhan Bitung masuk dalam Master plan Special Economic Zone atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2014, hal ini membuktikan keseriusan pemerintah untuk membangun di Kota Bitung” ujar Humiang.

General Manager Peti Kemas Bitung Kalbar Yanto yang juga tampil sebagai pembicara mengatakan, hingga saat ini panjang pelabuhan Bitung 330 m, dan akan dilakukan penambahan 130 meter melalui dua tahap.

“Tahap pembangunan pertama semester II/2014 sepanjang 65 m menjadi 395 m tahun ini. Tahap kedua, direncanakan tahun depan. Seluruh dana pembangunan berasal dari APBN,” ujarnya.

Temu wicara ini melibakan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Binaan Dinas Kominfo Kota Bitung, dan juga disiarkan secara langsung lewat Radio Republik Indonesia. (e0)

Sekda Kota Bitung Buka Bimtek KIM

Untuk meningkatkan kemampuan anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam melaksanakan peran dan fungsinya mengakses informasi melalui media komunikasi yang ada serta membangun jejaring kemitraan dengan kelompok lain sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, dilakukan Bimbingan Teknis KIM se-Kota Bitung.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daeah Kota Bitung Edison Humiang ketika membuka Bimtek KIM se-Kota Bitung, Jumat 25/10 di Ruang Sidang Lantai IV Pemkot Bitung.

“KIM ada untuk menjembatani kepentingan pemerintah dengan kepantingan masyarakat” ujar Humiang, M.Si yang didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung Drs. Sikamang, MAP.

Kelompok Informasi Masyarakat adalah kelompok sosial masyarakat yang secara realitas muncul dalam komunitas kehidupan atau kumpulan individu yang mempunyai kesamaan tujuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. “Kelompok informasi masyarakat memiliki peran yang strategis dalam menjawab tantangan tersebut, “tutur Humiang, karena KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang  di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Freddy Tulung, Direktur Kemitraan Komunikasi Hendro Purnomo, M.Si dan Staf ahli Menteri Kominfo Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Suprawoto.

Dirjen dalam sambutannya Dirjen IKP Freddy Tulung berharap melalui pengembangan dan pemberdayaan kelompok secara intensif pada akhirnya akan terbentuk KIM yang berdaya dan mampu menjadi wahana bagi masyarakat untuk mendukung terwujudnya masyarakat informasi.

“Lebih dari itu, masyarakat akan memiliki kesadaran bahwa informasi merupakan nilai tambah, serta menjadi faktor pengungkit sekaligus pembangkit dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tulung.

Dalam laporan pembuka Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung Drs. Sikamang mengatakan bimtek ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terbagi dari 40 orang peserta KIM, 10 orang tokoh agama, tokoh masyarakat dan 10 orang lagi dari aparat pemerintah kota Bitung.

“Dalam memperingati HUT Kota Bitung ke-23 tanggal 10 Oktober yang lalu telah dilaksanakan lomba KIM dan keluar sebagai pemenang  KIM Mapalus, KIM Akar Mina, dan KIM Sahabat,” pungkas Sikamang dalam laporannya yang susul dengan pemberian tropy dan uang pembinaan kepada para pemenang yang diserahkan langsung oleh Dirjen IKP, Freddy Tulung bersama Sekretaris Daerah Kota Bitung, Edison Humiang. (e0)

Kominfo Nyatakan Pemerintah Kekurangan Dua Juta Tenaga Bidang TIK

Jakarta, Diskominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan untuk memenuhi migrasi penggunaan broadband bagi masyarakat sampai tahun 2015 dibutuhkan sekitar 6 juta tenaga kerja bidang TIK, sementara ketersediaan tenaga kerja pada bidang ini baru mencapai 4 juta orang. berarti masih kekurangan sekitar 2 juta tenaga bidang TIK.

Kepala Badan Litbang SDM KemKominfo, Aizirman Djusan mengatakan, bahwa untuk memenuhi migrasi penggunaan broadband bagi masyarakat sampai tahun 2015 dibutuhkan sekitar 6 juta tenaga kerja bidang TIK, sementara ketersediaan tenaga kerja pada bidang ini baru mencapai 4 juta orang.

Untuk itu kita masih kekurangan tenaga kerja bidang TIK sekitar 2 juta orang. “Hal ini merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan bagi tenaga kerja TIK Indonesia,” kata Aizirman dalam sambutan tertulis dalam acara pembukaan di The Bridge Function Room, Hotel Aston Rasuna, Jakarta,Kamis (19/9).

Ia menambahkan, sebagai peluang, berarti terbuka kesempatan bagi tenaga kerja TIK untuk mengisi kekurangan tersebut. Sebagai tantangan, karena pada tahun yang sama, yaitu 2015, Indonesia mulai memasuki ASEAN Economy Community (AEC), yang membawa konsekuensi berupa terbukanya arus barang dan tenaga kerja di wilayah ASEAN. “Oleh karena itu, tenaga kerja TIK Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan tersebut,” tambahnya.

Sehubungan dengan hal tersebut,jelas Aizirman,  salah satu program Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya mempersiapkan tenaga kerja bidang TIK yang berkompetensi dan kompetitif dalam rangka menjelang diberlakukannya AEC 2015 adalah memfasilitasi penyusunan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pada tahun ini, ditargetkan tersusun empat SKKNI, yaitu SKKNI Bidang Keahlian ICT Project Management, Perposan, Penyiaran, dan Telekomunikasi.

 

kominfo.go.id – (04/10/2013)

 

Kadis Kominfo Bitung Hadiri Pertemuan Bakohumas Wilayah Timur

Mataram, Diskominfo – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Drs. Sikamang, MAP mewakili pemerintah Kota Bitung hadir dalam pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (BAKOHUMAS) Wilayah Timur Indonesia yang diselenggarakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Menurut Sikamang pertemuan Bakohumas regional Indonesia Timur ini mengedepankan  penguatan kompetensi humas Pemerintah melalui standarisasi profesi, adapun pembicara yg menyampaikan materi dalam pertemuan tersebut diantaranya Ketua Umum Bakohumas, ketua perhumas Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR dan dari baedan nasional sertifikasi Profesi Prof Dr.Ir Richardus Eko Indrajit, MSc, MBA.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik selaku ketua umum Bakohumas Freddy H Tulung saat pembukaan acara menyampaikan bahwa informasi yang bersifat aktual dan global harus diikuti oleh kecepatan dari aspek pemerintah untuk menyampaikan informasi  kepada masyarakat.
Tulung dalam materi peran dan fungsi strategis bakohumas sebagai simpul kehumasan pemerintah menyampaikan peran dan fungsi strategi humas pemerintah bagaimana mesinergiskan informasi .
” Peran humas pemerintah, mensinergiskan informasi publik, optimalisasi jaringan komunikasi dan informasi serta membetuk opini publik melalui agenda pemerintah daerah,” ungkap Tulung.

“Profesi humas pemerintah memiliki karakteristik antara lain, Memiliki standarisasi kopetensi, memiliki jadwal dan kurikulum pelatihan yang intensif, memiliki kode etik profesi dan organisasi dimana  standarisasi kompetensi profesi humas pemerintah tertuang dalam Kepmen Tenaga Kerja dan transmigrasi no.KEP.39/MEN/II/2008  tentang penetapan standar kopetensi kerja nasional  Indonesia ( SKKNI) sektor komunikasi dan informatika bidang kehumasan” ujar Tulung.

Turut hadir mendampingi Kadis Kominfo Kota Bitung dalam pertemuan tersebut, Kabag Humas Sekda Kota Bitung, Erwin Kontu, SH. Dari penyelenggaraan pertemuan tersebut, diharapkan masyarakat dan pelaku media dapat memperoleh manfaat atas profesionalisme humas pemerintah yang karakter informasinya edukatif, pemberdayaan dan pencerahan melalui media informasi yang dikuasai oleh humas pemerintah.

inhil